(Sahabat menjadi Saudara)
Awal perkenalan…
Aku Riki masih kelas 1
SMA, aku memasuki kegiatan organisasi Pramuka. Aku tak tau mengapa aku bisa
bertemu dengannya, seseorang yang memanggilku saudara (BROTHER).
Suatu malam PTA(Penerimaan Tamu
Ambalan) pramuka ada murid baru bernama Fikri, Ia adalah Seniorku karena ia sudah
kelas 2 diatasku.Aku menghampirinya dan menemaninya di kursi belakang,sambil
berkenalan dan bertanya - tanya. Ia juga anak TNI, Ayahnya yang memasukkannya
ke Organisasi ini. Ia juga baik dan sopan diajak bicara.
Malam itu kami di perintahkan
untuk tidur.
Tiba - tiba ,tepat jam 03.00 AM
kami di bangunkan dua – dua orang.Saat itu aku dibangunkan bersama Fikri, kami
disuruh berjalan di gelap gulita dan
bersuasana seram. Aku lalu mengeluarkan senter tapi dimarahi senior dan
mengambil senterku. Kak Fikri membimbingku,katanya ia sudah tau apa yang akan
terjadi, karena sebelumnya ini adalah pertama kali ku didiksar. Aku lalu berjalan dan bertemu para senior, ia
memberiku pertanyaan dan jika tak ku jawab atau jawabanku salah ia akan
menghukumku.Berkali - kali aku kena hukuman darinya begitupun hukuman yang
diberikan kepada kak Fikri, sampai fajar menerangi langit.
Pagi harinya kami melaksanakan
UPACARA PENUTUPAN, dan selesai sudah PTA yang meresmikan kami sabagai anggota.
Pulangnya aku meminta nama Facebook Kak Fikri dan ia memberikannya.
Seminggu kemudian, Anggota OSIS
mengadakan acara PANMOS(PANITIA MOS) menjelang penerimaan siswa/siswi baru di
Sekolah kami. Lalu aku mendaftarkan
diriku untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus mewakili nama organisasiku
PRAMUKA.
Ke esokan harinya, Latihan PANMOS
di laksanakan. Tak kusangka latihannya tak begitu sulit karena mungkin aku
sudah terbiasa di Pramuka.Aku dan yang
lain berlatih terus – menerus , hingga tinggal beberapa hari menjelang
Penerimaan siswa/siswi baru. Tak sengaja aku bertemu Kak Fikri lagi, aku
memaksanya untuk ikut juga menjadi PANMOS dan ia bersedia. Lalu aku berusaha
meyakinkan seniorku untuk mendaftarkan dirinya Dan syukurlah ia akhirnya
terdafar.Sejak saat itu persahabatan kita semakin dekat, ditambah lagi aku
sering ikut dengannya bahkan nginap di
kos-an nya tempat ia tinggal sekarang.
Tepat pukul 03.00 AM kami
dibangunkan untuk Sahur, awalnya sangatlah malu karena ini pertama
kalinnya aku sahur dirumah orang yang
tak ku kenal. Namun lama- kelamaan aku mulai terbiasa itu semua berkat kak Fikri yang membuatku untuk tetap
jaga sikap.
Sejak saat itulah hubungan
pertemanan kami makin akrab, Ia bahkan memanggilku saudara atau yang biasa ia
sebut adiknya.Hubungan kami pun makin akrab setelah ia tinggal bersamaku,
karena telah mendapat izin dari orang tuaku.Ia tinggal bersamaku karena ia
mengalami hal-hal sulit, walaupun awalnya cuman nginap . Namun lama – kelamaan
kami pun tinggal bersama.Aku harus menerimanya karena saat itu katanya Orang
tuanya kan bercerai dan ia yang tidak tau harus kemana.
Kami banyak melakukan hal-hal
bersama – sama..
Bahkan jika kesekolahpun bareng-an
walau jadwal masuk kami berbeda ,begitupun saat pulang sekolah.Sampai-sampai
teman kelasnya mengatakan aku dan dia adalah pasangan GAY (Cinta Sejenis).Namun
kak Fikri selalu membelaku dengan mengatakan aku ini adalah saudaranya,walau tak ada yang mempercayainya karena kami tidak terlihat sama dan jauh berbeda.
Aku sedih dan merasa bersalah saat
itu..Aku meminta Kak Fikri membuatku seperti Laki-laki normal,dan ia berjanji kan
berusaha melakukannya.Lama waktu berlalu Setahun lamanya aku masih bersamanya,
namun tak pernah ia mengingat janji yang ia pernah katakan sampai suatu malam
terjadi KRISIS.
Saat itu aku agak marah dengan
sifatnya,lalu aku mengatakan “mana janjimu ?”
Ia langsung marah dan membongkar
isi lemari dan membungkus pakaiannya, saat itu pintu kamarku terkunci.Aku
meminta maaf tapi ia tak mendengarku sampai – sampai kamar itu berantakan,lalu
aku memeluknya erat dan menahannya untuk pergi.Aku memeluknya sambil
menangis.Ia lalu mengatakan “Riki kamu laki-laki,kamu punya adik yang harus
kamu jaga dan bahagiakan orang tuamu..”.Aku tak bisa melepas kepergiaannya ,Ia
lalu pamit ke Orang tuaku yang ia panggil Ma.Aku saat itu tak bisa menahannya
lalu berlari sambil menangis keluar dan berharap ia mendengarku untuk tak
pergi.
Ia lalu kembali menghampiriku,
kufikir ia berubah fikiran tapi ternyata ia hanya memaksaku tuk kembali
kerumah. Lalu ia membujukku tuk kembali dengan berkata “Bahwa ia kan pergi
dengan baik-baik dan Ia kan menemuiku lagi”
Entah mengapa perasaan ku lebih
dari sekedar mencintainya…
Setahun kemudian ia kembali..
Namun ia banyak perubahan, Ia
tampak lebih kurus.Ia nginap beberapa hari dan ia juga kadang membawaku
kerumahnya , Ibunya tampak sangat baik.
Suatu malam Ibuku menyuruhnya tuk
pulang ke Orang Tuanya,karena biar bagaimanapun Orang Tuanya masih ada.Namun ke
esokan harinya saat ku pulang kerumah ternyata Kak Fikri telah pulang kerumahnya,
Tiba-tiba Laptopku menghilang dan Ibuku panik mendengar kabar itu.Aku lalu
pergi mencarinya .Rumah Tantenya yang ia pernah katakan ternyata bukanlah
tantenya bahkan ia tak mengenal nama Fikri.Lalu aku pergi ke warnet untuk membuka
FACEBOOK dan Mencarinya dengan chat dimana keberadaannya namun ia tak
membalasaku, Lalu aku mengingat suatu tempat yang pernah ia tunjukan
padaku.Tempat Berbagi jaringan WIFI TELKOM,ku membawa motorku dengan laju cepat
dan sangat cepat.
Dan ternyata benar ia ada disana,lalu
aku bertengkar disana.aku terbawa emosi sambil mengatakan kenaapa?kenapa kau
melakukan semuanya?di depan banyak orang. Ia hanya berkata ingin meminjamnya
sebentar, namun aku tak percaya karena ia
tak izin dan juga sticker serta aplikasi bahkan videoku banyak yang ia
hilangkan.Aku membawanya pulang namun ia tak mau ikut.
Saat itulah kami berpisah tuk
terakhir kalinya, Aku meninggalkan pesan..
“JANGAN MEMANFAATKAN KEBAIKAN
ORANG LAIN”
“CUKUP AKU YANG KAU BODOHI”
“TAMAT”
Ending…
Malam nya ada yang mengetuk pintu rumahku,dan saat ku buka
ternyata mereka adalah orang tua Kak Fikri.Mereka bertanya ,dimana Fikri??
Aku hanya bisa jujur menjawabnnya
..
Saat itu aku bertanya tentang
Perceraian mereka,namun kagetnya mereka tertawa mendengarnya.
Aku sadar kak Fikri telah
berbohong.Kenapa ia harus melakukannya Padaku`?
