Jumat, 03 Maret 2017

MY brotheRRomance




 (Sahabat menjadi Saudara)

Awal perkenalan…
         Aku Riki masih kelas 1 SMA, aku memasuki kegiatan organisasi Pramuka. Aku tak tau mengapa aku bisa bertemu dengannya, seseorang yang memanggilku saudara (BROTHER).
Suatu malam PTA(Penerimaan Tamu Ambalan) pramuka ada murid baru bernama Fikri, Ia adalah Seniorku karena ia sudah kelas 2 diatasku.Aku menghampirinya dan menemaninya di kursi belakang,sambil berkenalan dan bertanya - tanya. Ia juga anak TNI, Ayahnya yang memasukkannya ke Organisasi ini. Ia juga baik dan sopan diajak bicara.
Malam itu kami di perintahkan untuk tidur.
Tiba - tiba ,tepat jam 03.00 AM kami di bangunkan dua – dua orang.Saat itu aku dibangunkan bersama Fikri, kami disuruh berjalan di gelap gulita  dan bersuasana seram. Aku lalu mengeluarkan senter tapi dimarahi senior dan mengambil senterku. Kak Fikri membimbingku,katanya ia sudah tau apa yang akan terjadi, karena sebelumnya ini adalah pertama kali ku didiksar. Aku lalu  berjalan dan bertemu para senior, ia memberiku pertanyaan dan jika tak ku jawab atau jawabanku salah ia akan menghukumku.Berkali - kali aku kena hukuman darinya begitupun hukuman yang diberikan kepada kak Fikri, sampai fajar menerangi langit.
Pagi harinya kami melaksanakan UPACARA PENUTUPAN, dan selesai sudah PTA yang meresmikan kami sabagai anggota. Pulangnya aku meminta nama Facebook Kak Fikri dan ia memberikannya.
Seminggu kemudian, Anggota OSIS mengadakan acara PANMOS(PANITIA MOS) menjelang penerimaan siswa/siswi baru di Sekolah kami.  Lalu aku mendaftarkan diriku untuk mengikuti kegiatan tersebut sekaligus mewakili nama organisasiku PRAMUKA.
Ke esokan harinya, Latihan PANMOS di laksanakan. Tak kusangka latihannya tak begitu sulit karena mungkin aku sudah terbiasa di Pramuka.Aku  dan yang lain berlatih terus – menerus , hingga tinggal beberapa hari menjelang Penerimaan siswa/siswi baru. Tak sengaja aku bertemu Kak Fikri lagi, aku memaksanya untuk ikut juga menjadi PANMOS dan ia bersedia. Lalu aku berusaha meyakinkan seniorku untuk mendaftarkan dirinya Dan syukurlah ia akhirnya terdafar.Sejak saat itu persahabatan kita semakin dekat, ditambah lagi aku sering ikut dengannya  bahkan nginap di kos-an nya tempat ia tinggal sekarang.
Tepat pukul 03.00 AM kami dibangunkan untuk Sahur, awalnya sangatlah malu karena ini pertama kalinnya  aku sahur dirumah orang yang tak ku kenal. Namun lama- kelamaan aku mulai terbiasa itu semua  berkat kak Fikri yang membuatku untuk tetap jaga sikap.
Sejak saat itulah hubungan pertemanan kami makin akrab, Ia bahkan memanggilku saudara atau yang biasa ia sebut adiknya.Hubungan kami pun makin akrab setelah ia tinggal bersamaku, karena telah mendapat izin dari orang tuaku.Ia tinggal bersamaku karena ia mengalami hal-hal sulit, walaupun awalnya cuman nginap . Namun lama – kelamaan kami pun tinggal bersama.Aku harus menerimanya karena saat itu katanya Orang tuanya kan bercerai dan ia yang tidak tau harus kemana.
Kami banyak melakukan hal-hal bersama – sama..
Bahkan jika kesekolahpun bareng-an walau jadwal masuk kami berbeda ,begitupun saat pulang sekolah.Sampai-sampai teman kelasnya mengatakan aku dan dia adalah pasangan GAY (Cinta Sejenis).Namun kak Fikri selalu membelaku dengan mengatakan aku ini adalah saudaranya,walau tak ada yang mempercayainya karena kami tidak terlihat sama dan jauh berbeda.
Aku sedih dan merasa bersalah saat itu..Aku meminta Kak Fikri membuatku seperti Laki-laki normal,dan ia berjanji kan berusaha melakukannya.Lama waktu berlalu Setahun lamanya aku masih bersamanya, namun tak pernah ia mengingat janji yang ia pernah katakan sampai suatu malam terjadi KRISIS.
Saat itu aku agak marah dengan sifatnya,lalu aku mengatakan “mana janjimu ?”
Ia langsung marah dan membongkar isi lemari dan membungkus pakaiannya, saat itu pintu kamarku terkunci.Aku meminta maaf tapi ia tak mendengarku sampai – sampai kamar itu berantakan,lalu aku memeluknya erat dan menahannya untuk pergi.Aku memeluknya sambil menangis.Ia lalu mengatakan “Riki kamu laki-laki,kamu punya adik yang harus kamu jaga dan bahagiakan orang tuamu..”.Aku tak bisa melepas kepergiaannya ,Ia lalu pamit ke Orang tuaku yang ia panggil Ma.Aku saat itu tak bisa menahannya lalu berlari sambil menangis keluar dan berharap ia mendengarku untuk tak pergi.
Ia lalu kembali menghampiriku, kufikir ia berubah fikiran tapi ternyata ia hanya memaksaku tuk kembali kerumah. Lalu ia membujukku tuk kembali dengan berkata “Bahwa ia kan pergi dengan baik-baik dan Ia kan menemuiku lagi”
Entah mengapa perasaan ku lebih dari sekedar mencintainya…
Setahun kemudian ia kembali..
Namun ia banyak perubahan, Ia tampak lebih kurus.Ia nginap beberapa hari dan ia juga kadang membawaku kerumahnya , Ibunya tampak sangat baik.
Suatu malam Ibuku menyuruhnya tuk pulang ke Orang Tuanya,karena biar bagaimanapun Orang Tuanya masih ada.Namun ke esokan harinya saat ku pulang kerumah ternyata Kak Fikri telah pulang kerumahnya, Tiba-tiba Laptopku menghilang dan Ibuku panik mendengar kabar itu.Aku lalu pergi mencarinya .Rumah Tantenya yang ia pernah katakan ternyata bukanlah tantenya bahkan ia tak mengenal nama Fikri.Lalu aku pergi ke warnet untuk membuka FACEBOOK dan Mencarinya dengan chat dimana keberadaannya namun ia tak membalasaku, Lalu aku mengingat suatu tempat yang pernah ia tunjukan padaku.Tempat Berbagi jaringan WIFI TELKOM,ku membawa motorku dengan laju cepat dan sangat cepat.
Dan ternyata benar ia ada disana,lalu aku bertengkar disana.aku terbawa emosi sambil mengatakan kenaapa?kenapa kau melakukan semuanya?di depan banyak orang. Ia hanya berkata ingin meminjamnya sebentar, namun aku tak percaya karena ia  tak izin dan juga sticker serta aplikasi bahkan videoku banyak yang ia hilangkan.Aku membawanya pulang namun ia tak mau ikut.
Saat itulah kami berpisah tuk terakhir kalinya, Aku meninggalkan pesan..
“JANGAN MEMANFAATKAN KEBAIKAN ORANG LAIN”
“CUKUP AKU YANG KAU BODOHI”

                                                                                                      “TAMAT”


Ending…
Malam nya ada  yang mengetuk pintu rumahku,dan saat ku buka ternyata mereka adalah orang tua Kak Fikri.Mereka bertanya ,dimana Fikri??
Aku hanya bisa jujur menjawabnnya ..
Saat itu aku bertanya tentang Perceraian mereka,namun kagetnya mereka tertawa mendengarnya.
Aku sadar kak Fikri telah berbohong.Kenapa ia harus melakukannya Padaku`?
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar